widya anggraini's blog

Habitat III – Asia Pacific Regional Meeting

Indonesia becomes the host for Habitat III Asia-Pacific Regional Meeting (APRM). This meeting is part of a series of regional and thematic meetings for the preparation of the UN Habitat III next year in Ecuador in October 2016. Asia Pacific Regional Meeting was attended by 27 countries from Asia and Pacific Region and conducted on 21-22 October 2015 in Fairmont Convention Center, Jakarta. Read more.

Habitat III Regional Meeting – Presentasi Lima Kelompok Utama

Pada hari ke-2 pelaksanaan Regional Meeting Habitat III, selain penyampaian Pernyataan Kenegaraan (Country Statement) oleh delegasi negara-negara di wilayah Asia Pasifik maka disampaikan pula pandangan dari Lima kelompok utama yang disampaikan oleh Kelompok Pemuda dan Anak; United Nations Environment Programme (UNEP); Organization for Economic Cooperation and Development (OECD); International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) dan Kelompok Perempuan yang diwakili oleh Huairou Commission. Read more.

Habitat III Regional Meeting– Country Statement

Pada hari kedua pelaksanaan Pertemuan Regional (Regional Meeting) Habitat III di Jakarta tanggal 21 dan 22 Oktober 2015 memiliki agenda pemberian pernyataan oleh tiap negara di kawasan Asia Pasifik, Pernyataan Kenegaraan (Country Statement) diberikan oleh tiap delegasi negara yang menghadiri Pertemuan Regional ini. Daftar negera yang memberikan pernyataan adalah : Afghanistan, Bhutan, Cambodia, India, Indonesia, Jepang, Bangladesh, Kiribati, Lao, Pakistan, Myanmar, Nepal, PNG, Solomon Island, Filipina, Timur Leste dan ditutup oleh Ecuador sebagai Negara penyelenggara UN Habitat III tahun depan.Read more.

SDGs dan Agenda Perkotaan – dari Kesepakatan Global Menuju Aksi Lokal

Forum-forum diskusi (side events) dalam Pertemuan Regional Habitat III di Jakarta dilaksanakan secara parallel. Salah sat diskusi yang menarik bertema SDGs dan Agenda Perkotaan – dari Kesepakatan Global Menuju Aksi Lokal (The SDGs and The New Urban Agenda: From Global Agreements to Local Action). Forum ini diselenggaarakan oleh UNEP, UN-Habitat dan Kemitraan Habitat. Diskusi dimoderatori oleh Mariko Sato dari Un Habitat Bangkok serta sambutan dari Ibu Erna Witoelar dari Kemitraan Habitat. Pada dasarnya dijelaskan bahwa kota berfungsi sebagai mesin untuk mendorong pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan. Saat ini sudah 50% penduduk bertempat tinggal di kota dan di proyeksika tahun 2050 kota akan ditempat 80% dari total populasi. Dalam SDGs yang baru disepakati, terdapat 17 tujuan termasuk tujuan khusus untuk perkotaan yang terdapat di Tujuan 11 "Make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable."Read more.

TAsia Pasifik Habitat III: Memunculkan Isu Agenda Perkotaan – Strategi dan Rekomendasi untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Pemerintahan Lokal

Pertemuan Regional (Regional Meeting) Asia Pasifik Habitat III di Jakarta yang akan berlangsung selama dua hari tanggal 21 dan 22 Oktober 2015 akan mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi wilayah Asia Pasifik terkait isu-isu urban. Beberapa forum diskusi (side events) dilangsungkan secara bersamaan dengan maksud memberikan platform untuk pemerintah di kawasan Asia Pasifik, kelompok akademis, masyarakat sipil, sektor bisnis, perwakilan internasional maupun nasional serta lembaga keuangan serta badan UN lainnya dengan tujuan untuk saling berdebat, menunjukkan kasus atau pandangan mereka terkait pembangunan perkotaan yang berkelanjutan sekaligus memperkenalkan praktik baik (best practices) dari program atau proyek mereka dan semua hal yang terkait perspektif regional mengenai Agenda Perkotaan Baru (New urban Agenda).Read more.

Habitat III – Asia Pacific Regional Meeting: Opening session

Pada hari ini dimulai Pertemuan Regional (Regional Meeting) Habitat III yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia bertempat di Fairmont Convention Center, Jakarta. Agenda ini merupakan agenda lanjutan setelah pada hari sebelumnya dilaksanakan Asia-pacific Urban Forum (APUF) keenam yang berlangsung pada tanggal 19-21 Oktober 2015. Regional meeting sendiri akan dilaksanakan selama dua hari sejak 21-22 Oktober 2015. Read more.

Internet dan Perkotaan

Sesi panel parallel Internet dan Perkotaan (Internet of Urban Things) mempertayakann apa yang akan terjadi pada kota ketika semua teknologi terhubung dengan internet dan bagaimana perubahan gaya hidup akibat internet serta disaat yang sama bagaimana pemangku kebijakan dan perencana kota beradaptasi oleh revolusi teknologi ini. Panel yang hadir adalah perwakilan Cisco, walikota Bogor dan Telkomsel Indonesia. Sesi ini dimoderatori oleh Gareth Mitchell dari BBC Click radio. Baca lebih lanjut.

Kunjungan Lapangan — BSD City

Agenda utama di hari ketiga New Cities Summit adalah kunjungan lapangan dan salah satunya adalah BSD (Bumi Serpong Damai) City. BSD merupakan salah satu program pembangunan kota paling ambisius di Indonesia yang dikembangkan oleh kelompok Sinarmas. BSD mencoba menerapkan wilayah hunian yang memiliki konsep bisnis dan kesenangan, sehingga kota ini pun menggabungkan perumahan, bisnis dan komersil properti. Total luas lahan yang digunakan adalah 6.000 hektar atau separo luas kota Paris. Saat ini baru 2.500 hektar yang sudah terbangun dan sisanya masih dalam tahap pembangunan. Baca lebih lanjut.

Kota Menengah

Konsep 'secondary city' mengacu pada kota-kota yang lebih kecil dibandingkan kota utama atau perluasan dari kota pertama. Jumlah kota menengah yang kian meningkat ini akan bertanggung jawab terhadap proses urbanisasi yang kian berkembang. Mengenai bagaimana kota-kota mempersiapkan diri menghadapi dan menggunakan kesempatan dalam proses urbanisasi di bahas dalam salah satu Panel Paralel New Cities Summit yang dihadiri oleh Walikota Makasar, direktur perusahaan konstruksi India dan pusat pengembangan kota di Cina serta moderator Parag Khanna dari Hybrid Reality. Baca lebih lanjut.

RagamKota – Perbedaan sebagai aset kota

Pada hari kedua acara New Cities Summit diramaikan oleh panel dalam forum bertema Divercity: Difference as an urban asset dengan empat narasumber yang berasal dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Hiro Ichikawa adalah Eksekutif Direktur dari Mori Memorial Foundation, Meiji University Jepang. Hiro menjelaskan lebih jauh mengenai Global Power City Indeks (GPCI) yang menilai kota-kota besar di dunia berdasar kemampuan mereka untuk menarik orang-orang dan bisnis kreatif dari seluruh dunia. Empat puluh kota besar dinilai berdasar 70 indikator dalam enam fungsi utama yaitu Ekonomi, R&D, Interaksi budaya; lingkungan; 'Livability'; dan Aksesibilitas. Menurut GPCI lima kota tertinggi dalam indeks ini adalah London, New York, Paris, Tokyo dan Singapore. Baca lebih lanjut.