Perbaikan jalan rusak setelah banjir melanda

Setelah banjir yang melanda pada pertengahan Januari hingga awal Februari mulai surut, maka mulai terlihat banyaknya kerusakan jalan di ibukota Jakarta. Jalanan rusak dan berlubang jelas sangat mengganggu aktivitas para pengendara, karena selain dapat membahayakan juga seringkali menyebabkan kemacetan. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, ada 9.833 titik jalan rusak atau seluas 166.397 meter persegi. Melihat keadaan ini, Dinas PU DKI Jakarta terus bekerja secepat mungkin untuk memperbaiki kerusakan tersebut, Hingga hari Kamis, 6 Maret 2014 data dari Dinas PU menunjukkan sudah 70 persen jalan rusak yang diperbaiki, yaitu sebanyak 9.663 titik dengan luas 161.420 meter persegi. Sedangkan yang belum diperbaiki tinggal 170 titik dengan luas 4.977 meter persegi.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, perbaikan jalan terus dilakukan dan pekerjaan tersebut biasanya dimulai pukul 22.00 malam hingga pukul 10.00 pagi. Jokowi mengatakan, tidak ada target khusus untuk menyelesaikan perbaikan sisa jalan rusak. Meskipun demikian, dia telah berpesan kepada Kepala Dinas PU DKI Manggas Rudy Siahaan untuk segera merampungkannya. Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya terus memantau proses pengerjaan perbaikan jalan tersebut meskipun memang jarang diliput oleh media massa.

Di Jakarta Pusat jalan yang masih rusak ada 12 titik dengan luas 93 meter persegi, seperti di Jalan Kesehatan, Jalan Kelinci Raya, dan Jalan Haji. Di Jakarta Utara jalan rusak masih ada di 43 titik seluas 798 meter persegi, misalnya di Jalan Pegangsaan 2, Jalan Manunggal Juang, Jalan Kramat Raya, Jalan Mangga Dua Raya, dan Jalan Sunter. Di Jakarta Barat, sisa jalan rusak hanya di tiga titik di Jalan Tubagus Angke. Sementara di Jakarta Selatan sisa kerusakan masih sebanyak 53 titik seluas 3.150 meter persegi, seperti di Jalan Pondok Labu, Jalan Pertanian Raya, Jalan Moh Kahfi 2, Jalan H Nawi, dan Jalan Fatmawati. Di Jakarta Timur masih ada 59 titik seluas 891 meter persegi, lokasinya di Jalan Kalibata, Jalan H Dogol, Jalan Swadaya Raya, Jalan Ciracas Raya, dan Jalan Bambu Apus Raya.

Diharapkan kondisi cuaca yang stabil dan bersahabat agar pengerjaan perbaikan jalan ini dapat segera diselesaikan. Menurut ramalan cuaca BMKG, hujan tidak akan turun seperti di awal tahun, tetapi masih akan ada hujan ringan yang turun hingga akhir bulan Maret. Kerusakan jalan akibat banjir seperti ini tidak hanya terjadi tahun ini, tetapi setiap tahun disaat musim penghujan datang. Tentunya hal ini menjadi "pekerjaan rumah" yang harus diselesaikan oleh Pemda DKI Jakarta dan Dinas PU DKI Jakarta sehingga masyarakat tidak perlu menjadi korban dari kerusakan jalan yang terus menerus terjadi. Setelah jalan diperbaiki pun, nantinya harus ada perawatan jalan secara berkala yang akan terus menjaga kondisi jalan tetap baik, bukan menunggu perbaikan ketika kondisi jalan sudah benar-benar rusak.

Foto: Beny Yusron

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.