Riset untuk aksi di Johar Baru, Jakarta Pusat

Jati Baru adalah sebuah kecamatan miskin dan padat penduduk di Jakarta Pusat. Kemiskinan, eksklusi social dan tawuran anak muda telah menjadi cirri-ciri umum dari komunitas kumuh ini. Didorong oleh keinginan untuk mencari jalan keluar dari masalah sisial yang akut ini beberapa orang staf pengajar dari departemen sosiologi Universitas Indonesia menyusun strategi berdasarkan temuan penelitian yang mereka lakukan tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses-proses yang bersifat sistemik dari penyakit sosial sebagaimana yang tercermin dari tawuran antar kelompok anak muda ini terjadi. Dengan asumsi bahwa fenomena tawuran adalah refleksi frustrasi terhadap aturan-aturan yang dipaksakan oleh otoritas formal di pilihlah sebuah pendekatan penelitian yang memanfaatkan metode kuantitatif dan kualitatif.

Tawuran yang sering terjadi terkait dengan keberadaan geng-geng anak muda yang merupakan organisasi yang longgar dari "Kelompok Nongkrong" yang sering memiliki berbagai nama. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan penting antara Geng dan Kelompok Nongkrong. Kelompok Nongkrong lebih solid sebagai organisasi dibandingkan Geng karena mereka biasanya menguasai tempat-tempat tertentu, misalnya mulut jalan. Kelompok Nongkrong beranggotakan laki-laki dan perempuan yang mewakili sel yang penting dalam struktur hubungan sosial dikalangan komunitas anak-anak muda. Tawuran yang sering terjadi di Kecamatan Johar Baru terkait erat dengan keberadaan Kelompok Nongkrong karena merekalah yang biasanya menjadi pelaku utama dalam tawuran. Penelitian juga menunjukkan bahwa tawuran anak muda di Johar Baru sering merupakan peristiwa yang direkayasa daripada spontan.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa disamping penjelasan yang bersifat kultural tampaknya juga ditemukan adanya basis material dari kejadian tawuran kelompok anak muda di Kecamatan Johar Baru. Pengangguran sebagai bagian dari kebudayaan kemiskinan pada gilirannya menciptakan eksklusi sosial yang berkontribusi secara signifikan pada terjadinya tawuran anak muda.Penggunaan narkoba dan alcohol merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dari anak-anak muda yang menganggur ini. Agama tampaknya sesuatu yang tidak relevan karena tawuran juga terjadi pada saat bulan puasa. Tawuran telah menjadi bagian integral dari kebudayaan kemiskinan dan penelitian berkesimpulan bahwa sebuah upaya structural harus dibuat untuk menyelesaikan masalah perkotaan yang akut ini.

Beberapa inisiatif telah dilakukan oleh kalangan NGO dan CSO untuk membantu anak-anak muda ini mengatasi marjinalisasi ekonomi dan perasaan dikucilkan secara sosial. Diantara kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalaha yng dikenal sebagai "sekolah komunitas" dimana anak-anak muda dibimbing oleh para fasilitator sekolah dalam workshop yang bertujuan mengaktualisasikan potensi-potensi mereka yang tersembunyi. Para pengajar dari universitas menciptakan program workshop antara lain tentang desain grafis, menari, music dan pertanian kota guna mengubah gaya hidup mereka kearah kegiatan-kegiatan yang lebih produktif.

Professor Paulus Wirutomo, kepala dari para pengajar sosiologi, yang membangun sekolah komunitas dan merekrut mahasiswa-mahasiswa untuk tinggal dan melakukan pendampingan juga meminta mereka sebagai fasilitator dalam workshop. Workshop sebagai bagian dari sekolah komunitas adalag sebuah strategi untuk membawa anak-anak muda yang menganggur berpartisipasi dan membantu mereka belajar berbagai hal yang bersifat praktis dalam kehidupan. Paulus mengakui kesulitan-kesulitan yang dialami dalam menarik anak-anak muda berpartisipasi karena tidak mudah meyakinkan mereka bahwa setelah mengikuti workshop mereka akan dapat pekerjaan.

Melakukan penelitian dan menyusun strategi untuk menyelesaikan persoalan mungkin tidak terlalu sulit bagi para pengajar universitas ini. Mengimplementasikan strategi dalam kehidupan nyata sungguh merupakan tantangan yang besar. Proses ini masih berlangsung dan kita berharap bahwa tindakan menyadikan penelitian menjadi sebuah aksi nyata akan mengubah kehidupan anak-anak muda di Kecamatan Johar Baru, sebuah lingkungan kumuh di Jakarta pusat.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.