Politik terus bergulir di Jakarta

Jakarta terus menjadi epicenter pertarungan politik setelah keputusan bersejarah dari Mahkamah Konstitusi yang menyatakan bahwa Jokowi-JK adalah pemenag dari pemilihan presiden tahun 2014. Jokowi-JK akan disumpah sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk periode 2013-2019 pada tanggal 20 Oktober 2014. Menyongsong datangnya pergantian pemerintahan beberapa peristiwa memanaskan politik di Jakarta. Ahok yang saat ini menjabat sebagai wakil gubernur akan menggantikan posisi Jokowi sebagai gubernur dan menjadikan posisinya yang kosong menjadi ajang rebutan partai-partai politik. Sementara itu, apa yang dinamakan Koalisi Merah Putih, rival dari Jokowi-JK sejauh ini belum menyatakan telah mengaku kalah seperti terlihat dari berbagai upaya politik yang dilakukan untuk mendelegitimasi presiden terpilih.

Merasa bahwa jumlah mereka cukup besar di Parlemen upaya untuk mengubah aturan main merupakan pilihan logis untuk memperlemah pemerintahan yang baru. Pertama dengan mengubah tatacara pemilihan pimpinan parlemen yang aturan sebelumnya selalu diberikan kepada partai yang paling banyak memiliki jumlah kursi, dalam hal ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang mendukung Jokowi. Kedua dengan merubah aturan untuk memilih kepala daerah dari langsung menjadi tidak langsung. Pemilihan tidak langsung artinya tidak lagi one man one vote tetapi melalui pemilihan yang dilakukan anggota dewan perwakilan daerah. Sikap oposisi yang konfrontatif semacam ini mendapatkan reaksi keras dari maasyarakat, baik yang berasal dari civil society maupun komunitas politik.

Masyarakat menolak pemilahan tidak langsung karena beranggapan bahwa perubahan ini mencerminkan kembalinya politik yang tidak demokratis dari era Suharto dimana kekuasaan kembali di tangan para elite. Dalam situasi semacam ini masyarakat terkejut dengan sikap Ahok yang melakukan langkah cukup keras yaitu keluar dari Partai Gerindra. Gerindra adalah partai politik yang dipimpin oleh Prabowo yang belum lama dikalahkan oleh Jokowi dalam pemilihan presiden. Alasn Ahok meninggalkan partainya karena mengaku tidak lagi sehaluan dengan partainya yang mendukung pemilihan tidak langsung. Langkah politik Ahok jelas menimbulkan kontroversi publik karena oleh partainya dituduh sebagai penghianat namun disisi lain dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat yang mendukung pemilihan langsung. Dalam waktu dekat Ahok akan berada di puncak kekuasaan pemerintah Jakarta sebagai gubernur dan tidak diragukan lagi dia akan memegang posisi yang kuat dalam perpolitikan di Indonesia karena posisinya yang strategis sebagai gubernur Jakarta ibukota negara Republik Indonesia. Ahok akan merupakan gubernur Jakarta pertama yang berlatarbelakang Tionghoa-Kristen dalam sebuah negara yang mayoritas penduduknya Muslim.

Ketika politik terus bergulir dalam kecepatan yang tinggi di Jakarta masyarakat khususnya warga Jakarta umumnya berharap agar situasi normal segera kembali secepatnya. Seperti telah banyak diketahui proyek-proyek besar telah dimulai seperti pembangunan MRT, pemulihan fungsi sungai dan dam guna mengurangi banjir, penyediaan rumah untuk penduduk miskin kota dan banyak rencana-rencana terobosan oleh pemerintah yang akan terkena dampaknya jika ketegangan politik tidak segera berakhir.

Goncangan politik di Jakarta tidak bisa diragukan memiliki kedekatan dengan dinamika politik nasional yang cepat menyongsong transisi kekuasaan dari SBY ke Jokowi. Dalam situasi seperti ini bisa dipahami jika ketegangan politik menjadi sangat tinggi. Untuk pertama kali masyarakat juga menjadi sangat antusias karena Jokowi meminta mereka mengajukan nama-nama calon menteri pilihan mereka untuk kabi net mendatang. Keterlibatan publik juga sangat tinggi menyangku struktur dan prioritas yang harus dipilih oleh pemerintahan baru. Isu lain yang mendesak terkait dengan keterbatasan anggaran pemerintah yang akan dipengaruhi oleh bebeberapa kendala yang cukup serius. Salah satu isu yang cukup hangat adalah tentang subsidi BBM yang secara logis harus dihentikan agar anggaran pemerintah menjadi lebih sehat.

Masalah lain yang bakal dihadapi oleh pemerintahan Jokowi yang baru menyangkut meningkatnya ketimpangan pendapatan antara kelas menengah dan mayoritas penduduk yang miskin. Ekonomi yang sangat kuat didominasi oleh kartel dan oligarki akan merupakan batu karang yang harus dihadapi oleh pemerintahan baru. Apapun yang terjadi Indonesia secara keseluruhan akan berada dalam conundrum meskipun para pemimpin Indonesia seperti Jokowi dan Ahok terus menunjukkan keteguhannnya yang dapat menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk maju bersama-sama menghadapi realitas yang berat dan mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.