Mengarusutamakan anak dalam proses pembangunan

Widya Anggraini, Surabaya Community Manager

Anak-anak sering dikelompokkan sebagai minoritas bersama dengan perempuan dan manula dalam sebuah perencanaan pembangunan. Akibatnya mereka selalu terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan pembangunan padahal anak memiliki hak yang sama untuk ikut menentukan bentuk kota yang sesuai harapan mereka. Program Kota Layak Anak (KLA) telah diadopsi di beberapa kota di Indonesia termasuk Surabaya yang hingga kini telah memenangkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak di tahun 2011, 2012, dan 2013. KLA di Surabaya berupaya menciptakan lingkungan dan komunitas yang kondusif untuk tumbuh kembang anak melalui penyediaan sarana dan prasarana yang membuat anak dapat mengembangkan potensi sosial dan psikologinya secara maksimal. Salah satunya melalui pembentukan forum anak sebagai wadah partisipasi dan perjuangan anak-anak Surabaya dan Jawa Timur umumnya untuk terpenuhinya hak anak.

Pada dasarnya KLA memberikan kebebasan bagi anak untuk mengemukakan pendapat baik secara pribadi maupun berkelompok. Melalui forum anak inilah mereka dapat mengekspresikan apa pendapat mereka akan kota yang dicita-citakan. Forum ini juga merupakan wadah partisipasi anak dan jembatan komunikasi antara pemerintah dan anak-anak dalam rangka pemenuhan hak anak. Forum yang sama, selain level provinsi dan nasional, kini telah dikembangkan hingga level pemerintahan terbawah seperti kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan kelurahan. Biasanya forum ini dimotori oleh OSIS, remaja masjid, pramuka, perkumpulan olahraga anak dan lain-lain sesuai potensi daerah.

Forum anak umumnya diikuti oleh anak-anak perwakilan dari berbagai organisasi anak dan sekolah berkumpul. Penyelenggara kegiatan tersebut adalah sebuah organisasi anak bernama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur yang hampir tiap tahun menyelenggarakan forum anak. Berdasar pengalaman LPA beragam ide baru dan kreativitas anak tampak dalam kegiatan ini. Salah satu hasilnya seperti rumusan rekomendasi anak kepada pemerintah daerah mengenai bagaimana kota ramah anak yang seharusnya. Dalam rekomendasi tersebut misalkan anak merasa aman dalam sebuah kota yang memberikan jalur khusus penyeberangan di tiap sekolah, adanya telepon umum di ruang publik, tempat untuk pejalan kaki yang aman dan taman bermain untuk anak. Selain kepada pemerintah, forum anak juga memberikan rekomendasi terhadap sesama anak mengenai pengaruh negatif minuman keras, menganiaya teman, obat-obatan, pergaulan bebas dan tivi.

Selain itu, Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga memberikan dukungan melalu pemberian Dafa Award yang merupakan ajang penghargaan tiap tahun untu forum anak dalam mengumpulkan data dan informasi dengan cara yang menyenangkan. Award ini sendiri betujuan untuk mengumpulkan data penyebaran forum anak dan kondisinya sebab Forum Anak kini telah tersebar diberbagai wilayah kabupaten, kecamatan dan desa di Surabaya. Selain itu Dafa Award juga menjadi ajang kreativitas anak sebab Peta harus dibuat semenarik mungkin berisi informasi lokasi secretariat forum anak, penyebaran forum anak, rute menuju secretariat, kondisi wilayah, kantor pemerintahan terdekat denga kantor atau lokasi yang sering digunakan untuk berkumpul dan lokasi wisata. Aktivitas ini selain menyenangkan juga membuat mereka kritis terhadap wilayah sekitarnya dan mendekatkan sesame mereka.

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1408
Permalink to this post: http://urb.im/ca1408sui