Mengurai kemacetan Surabaya dengan Angkutan Masal Cepat

Widya Anggraini, Surabaya Community Manager
Surabaya, 22 Oktober 2014

Layaknya Jakarta, Surabaya mengalami permasalahan kemacetan yang tidak sederhana. Gabungan antara banyaknya jumlah penduduk kota dan system transportasi yang tidak memadai kerap membuat masyarakat harus rela menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan. Minimnya transportasi publik mengakibatkan kendaraan pribadi mendominasi jalanan Surabaya dan menyebabkan kemacetan yang diperparah oleh tidak bertambahnya luas jalan yang memadai. Hal ini secara langsung menyebabkan masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan untuk mencapai tempat kerja. Memperhatikan kompleksitas permasalahan transportasi, maka Pemerintah Kota Surabaya dengan dukungan penuh dari walikotanya, Tri Rismaharini, akan segera merealisasikan rencana pengembangan system transportasi Angkutan Masal Cepat (AMC) dengan menggunakan monorail dan trem.

Sejalan dengan waktu, Kota Surabaya berkembang menjadi kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Kota ini tumbuh berkembang menjadi kota industri, pendidikan dan pariwisata. Saat ini sebagian besar pekerja di Surabaya adalah pendatang dari berbagai kota sekitar seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto. Terbangunnya jembatan Suramadu yang mengubungkan Surabaya dengan pulau Madura menyebabkan bertambahnya jumlah pekerja terutama dari Bangkalan, Madura. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah penyangga Surabaya yang berkembang disekeliling pusat pertumbuhan.

Peran kota-kota ini sangat besar sebab mereka adalah penyumbang tenaga kerja terbesar terutama untuk kawasan perindustrian Surabaya. Setiap hari mereka harus melakukan perjalanan panjang dari kotanya dan kembali ke tempat tinggalnya atau sering kita sebut tenaga kerja komuter. Sebagai komuter mereka banyak menghabiskan waktu di perjalanan, berangkat pagi buta dan kembali setelah terbenam matahari.

Para komuter ini memerlukan sarana transportasi yang efisien. Adanya kemudahan perpindahan moda transportasi ke moda yang lain menjadi ukuran penting dalam penataan kota. Pada saat ini, Kota Surabaya telah menyiapkan konsep system Angkutan Masal Cepat (AMC) yang akan mengkombinasikan penggunaan monorail dan trem. Rencananya trem akan digunakan untuk koridor utara dan selatan sedangkan untuk koridor timur-barat monorail akan menjadi moda transportasinya. Untuk selanjutnya, system ini akan diikuti oleh pengembangan system feeder dan pembangunan fasilitas park and ride. Rencana pengembangan AMC ini tentu akan dikombinasikan oleh rencana pengembangan system jaringan transportasi darat melalui penambahan luas jalan, pengembangan terminal, dan jaringan kereta api.

Setiap orang menginginkan sampai ke tempat tujuan dengan cepat tanpa kendala macet. Pencarian rute yang lebih pendek kerap dilakukan masyarakat. Dalam system AMC ini nantinya juga akan dikembangkan teknologi yang memudahkan masyarakat mencari alternative rute tercepat menuju tempat kerja dengan berbagai pilihan transportasi publik. Untuk saat ini tren yang ada untuk efisiensi perjalanan menuju tempat kerja adalah motor dan mobil, sedangkan keberadaan bis kota, bemo maupun kereta api komuter belum tersosialisasikan dengan baik tentang jadwal maupun lokasi haltenya. Dalam perencanaan kedepan, system AMC akan menggabungkan penyediaan transportasi publik yang lebih efisien dan teknologi yang memudahkan komuter maupun pengguna transportasi publik dalam kota memilih moda tercepat mereka menuju tempat kerja.

Foto: Ondřej Samohel

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1410
Permalink to this post: http://urb.im/ca1410sui