Penertiban pemukiman liar sekitar rel Kereta Api

Widya Anggraini, Surabaya Community Manager
Surabaya, 17 November 2014

Derasnya arus urbanisasi di Surabaya membawa ribuan orang masuk ke kota Buaya ini. Data dari Dispenduk Capil Kota Surabaya menunjukkan bahwa tahun 2013 sudah ada 100 ribu lebih pendatang yang mencari kerja. Kedatangan mereka tentu menjadi beban kota ditambah kenyataan bahwa Pemerintah Kota Surabaya belum mampu menyediakan perumahan yang layak bagi mereka. Akibatnya banyak yang akhirnya menempati lahan-lahan kosong milik pemerintah yang sebenarnya tidak boleh dibangun termasuk area sekitar rel kereta api. Surabaya kini mengupayakan penataan lokasi-lokasi tersebut dengan merelokasi warga yang menempati ruang milik pemerintah tersebut dengan beberapa bentuk pilihan kebijakan seperti membangun rumah susun (rusun) maupun memberikan ganti rugi bagi mereka.

Dalam rangka pembenahan kota Surabaya, maka PT. Kereta Api Indonesia mulai bergerak merapikan bangunan liar di sekitar jalur-jalur kereta api yang selama ini dimanfaatkan oleh pendatang untuk membangun rumah maupun berdagang. Banyak kios pedagang kaki lima (PKL) yang digusur di wilayah Surabaya. Bangunan ini dibongkar sebab tidak sesuai aturan ruang manfaat jalan kereta api yang mensyaratkan jarak antara as rel kereta dengan bangunan di kanan kirinya haruslah berjarak 6 meter. Selama ini banyak bangunan liar dibiarkan sebab rata-rata pedagang membayar uang keamanan kepada oknum tertentu.

Upaya pemerintah kota Surabaya mengembalikan fungsi lahan di sekitar rel kereta api dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2009. Sosialisasi awal kepada penghuni bangunan liar diberikan. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, penggusuran tidak manusiawi kerap mewarnai penertiban pedagang liar dan berakhir dengan kerusuhan. Seperti yang dilakukan oleh forum warga pinggiran rel Ngagel dan Tim Anti penggusuran Masyarakat Pinggir Rel Surabaya yang terus melakukan penolakan penggusuran dimana pada akhirnya perseteruan ini dapat diatasi dengan mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD daerah Surabaya yang akan melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat.

Untuk bangunan liar berbentuk pemukiman yang permanen di sekitar rel kereta api, Pemkot Surabaya menggunakan pendekatan yang sama ketika merelokasi warga stren kali Jagir dimana kala itu meski ada banyak pertentangan dan ketidakjelasan informasi, pada akhirnya warga bersedia direlokasi ke tempat baru. Warga yang sudah bermukim di sekitar rel kereta api rata-rata sudah bertempat tinggal cukup lama bahkan ada yang mencapai 20 tahun, sehingga pendekatan yang dilakukan untuk merelokasi mereka cukup intensif.

Beberapa kebijakan yang sudah dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya dalam hal ini adalah dengan menyediakan rumah susun bagi mereka yang terkena imbas penertiban. Selain itu, ada juga skema pemberian ganti rugi untuk pemilik bangunan semi permanen jika mereka mau pindah dengan sukarela ke daerah yang sudah disediakan oleh pemerintah. Pemberian sertifikat tanah juga menjadi alternative kebijakan untuk penataan daerah sekitar rel kereta api jika mereka bersedia untuk pindah ke daerah agak jauh. Relokasi warga sekitar rel kereta api bukan tanpa kendala. Tingginya resistensi karena mereka sudah menempati lokasi tersebut dalam jangka waktu yang lama dan penolakan terhadap lokasi baru yang umumnya jauh dari perkotaan kerap menjadi alasan alotnya proses relokasi.

Upaya pemulangan terhadap pedagang liar ataupun pendatang yang membuka usaha informal di sekitar rel juga dilakukan. Opsi ini dijalankan sebab banyak pendatang musiman yang datang ke kota untuk bekerja dan kerap tidak memiliki uang untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Namun kebijakan ini dijalankan sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah, sebab dibutuhkan banyak dana untuk opsi ini. Dengan beragam kebijakan ini maka diharapkan dalam jangka panjang, Kota Surabaya akan mampu mengembalikan peruntukan daerah sekitar rel kereta api dan mencipatakan kota yang tertata baik.

Foto: Johanes Christian

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1411
Permalink to this post: http://urb.im/ca1411sui