Pemuda sebagai kunci memberantas Kemiskinan Perkotaan

Widya Anggraini, Jakarta Community Manager
Jakarta, 11 Februari 2015

Salah satu penyebab derasnya arus urbanisasi Jakarta adalah kedatangan kaum muda dari pedesaan akibat tekanan ekonomi. Situasi pedesaan yang tidak memungkinkan mereka untuk melanjutkan ke universitas karena ketiadaan dana dan minimnya lapangan pekerjaan memaksa mereka untuk pergi merantau ke kota tanpa bekal pengalaman dan keahlian. Mereka inilah yang kemudian banyak memenuhi jalanan Jakarta dengan menjadi pengamen, penjual rokok, atau bekerja pada sektor informal lain. Banyaknya keluarga yang tingga di daerah kumuh selama beberapa generasi telah menyumbang pada jumlah orang muda yang menjadi anak jalanan dan hidup miskin tanpa pekerjaan tetap. Namun adanya Sanggar Ciliwung telah membantu mereka untuk bertahan hidup dengan memberikan bekal keahlian sesuai dengan keinginan mereka.

Kemiskinan di perkotaan menyebabkan banyak orang tua yang tidak mampu memberikan pendidikan dasar untuk anaknya. Pendidikan formal memang gratis namun banyak biaya tambahan yang cukup mahal bagi mereka. Orang tua lebih memilih anaknya membantu dan bekerja untuk menambah penghasilan keluarga. Seperti fenomena yang terjadi di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung yang dihuni ratusan rumah kumuh. Daerah ini memiliki lingkungan yang kotor dengan fasilitas kesehatan yang terbatas dan rawan banjir. Selain itu tempat ini juga menjadi tempat peredaran minuman keras, obat terlarang dan tawuran.

Dengan situasi demikian, Romo Sandyawan, seorang pastur yang giat memperjuangkan hak-hak kaum marjinal, mendirikan Sanggar Ciliwung Merdeka yang dikelola bersama oleh komunitas di sekitar sungai Ciliwung. Sanggar tersebut berisi anak-anak dan remaja putus sekolah, pemulung, anak jalanan dan pemuda-pemuda yang dulunya menjadi preman pun ikut bergabung. Sanggar Ciliwung mengajarkan anak-anak muda ini menjadi mandiri dan toleran terhadap sesama yang berbeda suku, agama dan ras. Kemudian, berbagai program pendidikan juga disusun dengan memberikan pelajaran menggambar, matematika, sastra, bahasa inggris, olah vocal, bermain musik, mendongeng dan bermain teater. Selain itu mereka juga di bekali berbagai keahlian lain seperti menjahit, membuat kertas daur ulang, ketrampilan sablon dan berbagai keahlian lainnya yang memungkin para pemuda ini memiliki penghidupan sendiri.

Sanggar CIliwung tidak bermaksud mengganti pendidikan dasar dengan informal. Namun yang dicoba dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada kaum muda yang tidak mendapat tempat di ibukota dengan dibekali beragam keahlian sesuai kenginan mereka. Pelajaran yang diberikan pun diajarkan dengan metode yang menyenangkan sehingga mereka merasa betah. Selain itu dengan bantuan berbagai pihak, misalnya ada kumpulan arsitek muda dari universitas lokal yang membantu membangun kembali musholla di tengah kampung dan gotong royong membangun sarana mandi cuci kakus (MCK) serta pendirian koperasi simpan pinjam sangat membantu kehidupan warga yang kebanyakan bekerja di sektor informal. Lama kelamaan daerah Bukit Duri yang dulu terkenal seram karena banyak pemuda yang menjadi preman, sedikit demi sedikti mulai pupus. Para remaja tersebut kini bisa membuat bisnis sablon, membuat kerajinan dari kertas daur ulang maupun membuka bisnis lainnya seperti reparasi sepeda motor atau tambal ban.

Keberhasilan Sanggar Ciliwung dalam mendekati pemuda-pemuda di daerah miskin memberikan harapan bahwa sebenarnya pemberdayaan pemuda perkotaan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan di kota. Selain itu dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini dimana usia produktif melimpah perlu di dorong agar tumbuh kreativitas-kreativitas baru untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Pemerintah perlu menyadari fakta ini dan bersama dengan sektor swasta dapat menyusun program-program afirmasi agar pemuda di wilayah miskin perkotaan juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Foto: tristar pelatihan bisnis

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1502
Permalink to this post: http://urb.im/ca1502jki