Membawa isu lokal menjadi Agenda Global Paska-2015

Widya Anggraini, Jakarta Community Manager
Jakarta, 7 September 2015

Tahun 2012, Sekjen PBB Ban Ki-moon menunjuk Indonesia, Inggris dan Liberia duduk sebagai co-chairs High Level Panel of Eminent Persons (HLP-EP) untuk memberikan rekomendasi agenda pembangunan Pasca-2015. Dalam satu tahun HLP-EP memberikan laporannya yang berisi 12 tujuan pembangunan termasuk diantaranya penurunan kemiskinan ekstrem, tata kelola pemerintahan yang baik, pemberdayaan perempuan serta kerjasama global yang lebih baik. Rekomendasi ini tertuang dalam dokumen berjudul "A New Global Partnership: Eradicate Poverty and Transform Economies through Sustainable Development" Laporan ini telah diserahkan pada akhir bulan mei 2013. Dalam prosesnya, telah dilakukan beragam konsultasi dengan berbagai stakeholder pembangunan termasuk CSO di Indonesia untuk bersama-sama menentukan prioritas dan arah pembangunan yang sesuai dengan kondisi dalam negeri. Kemitraan (Partnership for Governance Reform) menjadi salah satu CSO yang aktif dalam menggali isu dari bawah sebagai masukan dalam agenda post-2015.

Sebagai bagian dari agenda UN untuk terus mengadakan dialog yang inklusif dan memastikan bahwa agenda pembangunan ini berorientasi manusia maka UN mendorong adanya dialog yang transparan dengan semua stakeholder termasuk dengan masyarakat sipil. Ruang dialog dibuka sehingga rekomendasi yang dihasilkan memiliki dasar yang kuat. Berdasar hal ini, Kemitraan bersama dengan organisasi sipil lainnya seperti INFID dan TII berperan aktif menggali aspirasi dari berbagai wilayah lain di Indonesia. Dalam desain kegiatannya, Kemitraan bergerak melalui tiga pendekatan yaitu (1) pemberian asistensi teknis dan dukungan langsung terhadap pemerintah untuk dapat merumuskan prioritas-prioritas pembangunan; 2) Penguatan peran terhadap pemerintahan daerah dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi agenda pembangunan pasca 2015 dan 3) Penguatan peran kepada OMS agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan sebagai pengawas pembangunan dan mitra dalam perumusan kebijakan.

Dalam rangka mendukung Agenda Pembangunan Pasca 2015, Kemitraan juga telah melakukan forum bertajuk "Melokalkan Agenda Pembangunan Paska 2015" di lima pulau besar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Forum ini bertujuan untuk "mengkontekstualisasikan" agenda pembangunan global sebab selama ini proses perumusan agenda Post 2015 dirasa masih terkesan top down, minim partisipasi, masih mengembangkan pola pikir Negara maju sehingga gagal menemukan kebutuhan masyoritas masyarakat dunia dan belum mampu menjawab tantangan lokal. Forum ini diikuti oleh pemerintah, birokrasi, swasta dan masyarakat sipil. Dengan variasi peserta diharapkan akan memperkaya hasil diskusi dan mencerminkan kebutuhan masyarakat di bawah.

Berdasar forum-forum ini, Kemitraan telah berhasil memetakan kondisi terkini isu-isu pembangunan, merumuskan tujuan daerah dan prioritas di daerah serta memetakan sumber daya untuk mencapai prioritas pembangunan. Salah satu poin lain yang penting untuk di catat adalah bahwa daerah menekankan perlunya Agenda Pembangunan berbasis kebutuhan Lokal. Terdapat setidaknya tiga sektor besar isu prioritas pembangunan yang muncul yaitu 1) pelayanan publik terutama bidang pendidikan dan kesehatan; 2) pembangunan ekonomi terkait isu-isu kemiskinan, kesenjangan sosial dan lingkungan dan 3) tata kelola pemerintahan yang baik menyangkut isu-isu korupsi, keterbukaan informasi dan transparansi.

Permasalahan lokal yang berhasil diidentifikasi menunjukkan bahwa banyak permasalahan di tingkat global dan nasional dirasakan di tingkat lokal. Forum ini juga berhasil mengangkat isu pembangunan yang lebih sesuai dengan konteks lokal. Beberapa isu khas daerah yang didiskusikan akan menjadi landasan rekomendasi kebijakan pemerintah Indonesia dalam menyusun agenda pembangunan paska 2015. Hal ini penting agar tawaran dan posisi pemerintah Indonesia dalam negosiasi internasional terkait Post-2015 dapat lebih mencerminkan isu pembangunan yang relevan dengan persoalan pembangunan lokal.

Foto: Salah satu forum Konsultasi Publik dengan Pemuda.

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1509
Permalink to this post: http://urb.im/ca1509jki