Peningkatan Kesadaran akan Perubahan Iklim

Widya Anggraini, Surabaya Community Manager
Surabaya, 21 September 2015

Tujuan Pembangunan millennium atau kerap kita kenal dengan Millennium Development Goals (MDGs) merupakan kesepakatan yang ditandatangani pemimpin dunia untuk bersama-sama mencapai delapan butir tujuan untuk mencapai target kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada tahun 2015. Capaian MDGs secara global belum menunjukkan hasil yang memuaskan, oleh karena itu para pemimpin dunia kembali berkomitmen melalui agenda pembangunan Post 2015 untuk melanjutkan kembali tujuan yang belum tercapai serta memasukkan tujuan-tujuan baru yang dianggap sebagai prioritas global, salah satunya adalah Tujuan 13 : perlunya untuk mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya (take urgent action to combat climate change and its impacts). Salah satu organisasi yang aktif melakukan kampanye perubahan iklim adalah Tunas Hijau di Surabaya melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Tunas Hijau (TH) merupakan organisasi non profit di bidang lingkungan hidup yang bertujuan menciptakan bumi yang lebih baik. Organisasi ini didirikan tahun 1999 yang berawal dari diadakannya kegiatan lingkungan berbasis komunitas yaitu kegiatan Bersih-bersih Kenjeran dalam rangka program Clean Up the World. Berawal dari situ, maka berkembanglah Tunas Hijau. Program yang dijalankan oleh TH mencakup lingkup sekolah dan komunitas.

Pada tingkat komunitas, Tunas Hijau melakukan pendampingan bagi masyarakat perkampungan agar memiliki kebiasaan ramah lingkungan. Program ini biasanya dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam pohon serta pengolahan sampah secara mandiri. TH juga terus menggalakkan program konservasi hutan dan sumber air di kawasan hutan di Claket, Pacet sejak tahun 2006.

Selain pendampingan untuk komunitas, pendampingan di sekolah-sekolah juga secara intensif dilakukan. Program yang dilaksanakan disekolah lebih terfokus pada mempengaruhi kebijakan sekolah dan pengembangan kurikulum pendidikan yang berwawasan lingkungan. TH juga mengajak sekolah untuk mengajari anak-anak hidup dengan mencintai lingkungannya misal membatasi jenis sampah yang dihasilkan serta mengolah sampah sendiri. Contoh aktivitas bersama sekolah ada penyelenggaraan Eco School yang pernah dilakukan bersama SMPK St Stanislaus I bersama dengan Pemkot Surabaya dan TH mengadakan workshop dan praktek mencuci piring menggunakan sabun ramah lingkungan terbuat dari biji klerak yang limbagnya tidak mencemari lingkungan. TH juga membuat buku komik dan menciptakan media permainan yang terkenal di masyarakat sebagai media pendidikan lingkungan hidup seperti ular tangga, monopoly, kartu remi atau kartu kwartet yang bertema hutan, lapisan ozon, sampah, pemanasan global, air dan lingkungan hidup.

Inovasi lain yang dilakukan adalah Mobil Edukasi Lingkungan Hidup yang merupakan bantuan CSR PT Pembangkitan Jawa-Bali atau dikenal Eco Mobile PJB. Mobil edukasi ini akan berkeliling dari dari kampung ke kampung dan taman ke taman. Mobil ini dilengkapi dengan kurang lebih 500 buku, berbagai permainan menarik, serta pemutaran video untuk menggugah kesadaran Kerja TH berbuah berbagai macam penghargaan seperti Surabaya Academy Award 2004, Surabaya Mayor Award 2003, serta Delta FM Award 2005 untuk kategori lingkungan hidup. Inovasi dan pendekatan TH sangat menarik terutama karena ditujukan kepada generasi muda. Tantangan terletak pada dukungan dari pemerintah sendiri sebab TH telah melakukan pekerjana yang baik dan tergantung pemerintah untuk melibatkan TH dalam program-program pemerintah sebab integrasi yang baik akan memberikan hasil yang lebih baik.

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1509
Permalink to this post: http://urb.im/ca1509sui