Wadah aspirasi kelompok LGBTI mendorong penegakan HAM

Widya Anggraini, Jakarta Community Manager
Jakarta, 8 February 2016

Pasal 1 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) menyatakan bahwa "Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama". Indonesia telah meratifikasi deklarasi tersebut dan menurunkannya dalam undang-undang untuk memastikan bahwa tiap warga terlindungi haknya. Namun, dalam realitas sehari-hari, pelanggaran HAM masih terjadi terutama kepada kelompok marjinal termasuk kelompok LGBTI. Perilaku diskriminasi dan kekerasan masih kerap menimpa kelompok ini. Menurut penelitian bersama, Arus Pelangi, KSM dan PLUSH tahun 2013 menyatakan bahwa sebanyak 89.3% LGBT di Indonesia pernah mengalami kekerasan dalam bentuk kekerasan psikis, fisik, ekonomi, seksual dan budaya. Dalam rangka perlindungan HAM inilah maka dibentuk sebuah Forum LGBTIQ Indonesia sebagai wadah partisipasi organisasi LGBTI menyampaikan aspirasi dan mendorong pemenuhan HAM.

Aspirasi minoritas kerap terabaikan dalam proses perencanaan pembangunan formal yang dikenal dengan nama Musrenbang. Forum LGBTIQ lahir sebagai wadah yang menyatukan berbagai organisasi LGBTI untuk mendiskusikan permasalahan dan menyampaikan rekomendasi mereka terutama kepada pemerintah melalui jalur-jalur diluar Musrenbang seperti mengadakan audiensi langsung dengan para pengambil kebijakan di lembaga eksekutif dan legislatif serta kementerian terkait.

Forum LGBTIQ Indonesia dibentuk pada tahun 2010. Namun demikian inisiasi tersebut telah diawali sejak tahun 2008 ketika organisasi yang mengikuti ILGA di Chiang Mai mencoba menyatukan gerakan organisasi LGBTI di seluruh Indonesia. Kini terdapat lebih dari 20 organisasi tergabung dalam payung forum ini dengan misi menciptakan masyarakat yang tidak diskriminasi dan menghormati kelompok LGBTI. Salah satu alasan yang mendasari pembetukan forum ini adalah kesadaran bahwa untuk memastikan kelompok LGBTI memperoleh hak yang sama adalah melalui gerakan bersama. Mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam sehinga terdapat pertentangan tinggi ketika hanya satu atau dua kelompok mencoba berpartisipasi dalam proses perencanaan. Namun dengan forum bersama, proses penyampaian aspirasi menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Forum Nasional LGBTIQ dilaksanakan tiap tiga tahun guna merumuskan strategi advokasi, membuat rencana kegiatan secara umum yang akan dilaksanakan oleh tiap organisasi dan merumuskan rekomendasi umum. Namun demikian dalam jangka waktu tiga tahun tersebut, Forum LGBTIQ terlibat dalam berbagai forum nasional dan internasional. Salah satunya forum penting tersebut adalah Dialog Komunitas LGBT Nasional yang merupakan salah satu bagian dari prakarsa “Being LGBT in Asia” oleh UNDP dan upaya mendorong jejaring dan peningkatan pemahaman HAM bagi komunitas LGBTI. Dalam pertemuan ini lahirlah rekomendasi penting untuk pemerintah yaitu: meminta pengakuan secara resmi terhadap keberadaan LGBTI, meminta Negara melindungi dan menghargai HAM kelompok LGBTI seperti warga lainya, menghentikan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan berdasar SOGIE oleh pejabat Negara, pengarusutamaan HAM dan penyediaan layanan publik yang ramah LGBT.

Salah satu capaian penting Forum ini adalah terbukanya jejaring strategis dengan Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Kedua komisi tersebut telah memberikan ruang dan jaminan keselamatan bagi aktivis LGBT untuk melaksanakan berbagai aktivitas dan festival. Pada pertengahan tahun 2013, Komnas HAM untuk pertama kali dalam sejarahnya selama sepuluh tahun, mencantumkan hak-hak LGBT pada agenda sidang mereka. Kesepakatan yang tercapai adalah bahwa kelompok LGBT harus mendapatkan perlindungan negara dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Komnas HAM dan Forum LGBTIQ Indonesia juga telah menandatangani Naskah Kesepakatan (MoU) yang mengatur dukungan Komnas HAM bagi Forum karena fokusnya pada hak asasi manusia. Untuk kedepannya penting untuk menghadapi tantangan terutama dalam menyadarkan masyarakat dan Negara bahwa hak LGBT adalah sama dengan HAM warga Indonesia pada umumnya.

Photo: FAMM Indonesia

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1602
Permalink to this post: http://urb.im/ca16022jki