Jakarta Smart City – Kolaborasi Cerdas Masyarakat dan Pemerintah

Widya Anggraini, Jakarta Community Manager
Jakarta, 22 January 2016

Jakarta berkembang sangat pesat. Arus urbanisasi yang tinggi menyebabkan kota ini berevolusi dengan beragam konsekuensi seperti kemacetan yang kian parah, tingginya angka polusi udara, banjir, kemiskinan, kejahatan kian marak, munculnya wilayah kumuh perkotaan maupun kualitas transportasi yang buruk dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai kota Metropolitan, Jakarta menjawab permasalahan ini dengan meluncurkan inisiatif Jakarta Smart City pada tahun 2014. Inisiatif ini juga muncul dari kesadaran pemerintah bahwa pengelolaan kota tidak dapat dipikul hanya oleh pemerintah namun harus bersama dengan masyarakat sipil dan pihak swasta melalui optimalisasi penggunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Smart City di Jakarta diluncurkan dengan memperkenalkan website resmi Jakarta Smart City berisi aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan masyarakat dan pemerintah sendiri untuk menyampaikan informasi publik. Terdapat dua aplikasi utama yang saat ini telah dikembangkan dan digunakan publik. yaitu Qlue dan Waze. Qlue sendiri berkolaborasi dengan pemerintah DKI Jakarta untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk melaporkan masalah seperti kemacetan, sampah, pelanggaran, fasilitas umum, criminal, jalan rusak, parkir dan lainnya. Laporan ini disampaikan bukan hanya dalam bentuk tulisan namun disertai foto. Segala keluhan publik ini dapat diakses dan ditampilkan dalam website resmi Jakarta Smart City. Selain pelaporan, Qlue juga menampilkan peta tataruang zonasi, rencana pembangunan, titik evakuasi, fasilitas publik, kantor kelurahan, demografi dan sebagainya.

Selain Qlue, Jakarta Smart City juga menggandeng Waze yang masuk dalam sasaran program mereka dalam bidang arus lalu lintas. Aplikasi ini memberikan informasi aktual tentang lokasi kemacetan, penyebabnya serta jalan alternative yang bisa digunakan pengguna terutama pada jam-jam sibuk. Masyarakat juga bisa memberikan informasi lain seperti kecelakaan, lokasi kemacetan, jalan berbahaya serta informasi lalu lintas lain berdasar kondisi nyata yang dilaporkan. Data yang ada pada Waze juga merupakan data yang diperoleh dari TMC Polda Metro Jaya dan masukan masyarakat sehingga kombinasi data ini akan menghasilkan informasi yang lebih akurat. Selain Qlue dan Waze terdapat satu aplikasi penting lainnya yaitu Cepat Respon Opini Publik (CROP). Aplikasi CROP khusus diperuntukkan aparat pemerintah DKI Jakarta dan kepolisian. Seluruh aparat diwajibkan mendownload aplikasi ini termasuk lurah dan camat. Sehingga, ketika ada pelaporan dari Qlue, informasi ini akan sampai kepada pemerintah pusat dan akan di distribusikan kepada camat dan lurah melalui CROP.

Aplikasi Jakarta Smart City merupakan sebuah pendekatan baru terhadap permasalahan kota. disatu sisi, aplikasi ini memberikan ruang kepada publik untuk memberikan masukan, opini dan keluhan secara langsung dan terbuka. Disisi lain pemerintah memperoleh pengalaman baru karena dapat melihat keluhan dan memperoleh masukan secara langsung. Petugas yang bertanggungjawab harus menindaklanjuti laporan masyarakat dengan datang ke lokasi keluhan secara langsung. Aplikasi ini sangat bermanfaat apalagi mengingat bahwa Jakarta merupakan salah satu pengguna sosial media terbesar di dunia. Keberadaan aplikasi ini akan memudahkah kerja pemerintah dalam merespon keluhan masyarakat. Tantangan utama terletak pada sumberdaya manusia pengguna pada tingkat kecamatan/kelurahan sebab mereka belum terbiasa menggunakan teknologi dalam pengelolaan wilayahnya ataupun menerima masukan dan keluhan secara langsung.

Photo: andthendra

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1602
Permalink to this post: http://urb.im/ca1602jki