Pengarusutamaan Gender Melalui Sektor Ekonomi dan Infrastruktur

Widya Anggraini, Surabaya Community Manager
Surabaya, 28 March 2016

Tiga faktor utama yang mendorong proses urbanisasi di Surabaya adalah upah tenaga kerja, kesempatan kerja dan hubungan keluarga. Dominasi mereka yang datang adalah laki-laki namun seiring waktu jumlah perempuan yang melakukan migrasipun bertambah. Umumnya mereka beralasan mengikuti suami atau saudara ikut ke kota. dari sisi pendidikan, perempuan yang bermigrasi kebanyakan hanya menyelesaiakan pendidikan dasar. Akibatnya perempuan menjadi rentan terhadap perilaku diskriminasi di bidang sosial ekonomi. Tantangan lain yang dihadapi perempuan adalah terkait akses terhadap sumber dana, rentan menjadi korban perdagangan manusia dan kekerasan rumah tangga. Oleh sebab itu, sebagai bagian dari pengarusutamaan gender di Surabaya dan mengatasi permasalahan yang muncul akibat gender makan diluncurkanlah program Kota Peduli Perempuan dan Perempuan Pahlawan Ekonomi.

Program Kota Peduli Perempuan yang dijalankan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas dan KB) Kota Surabaya merupakan realisasi dari strategi pembangunan sebagaimana tercantum dalam dokumen RPJMN yang menetapkan adanya peningkatan kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak serta kesetaraan gender. Dengan demikian, segala kebijakan pemkot diarahkan untuk meningkatkan koordinasi kelembagaan dalam proses pembangunan dan meningkatkan pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan perempuan. Program ini telah dimulai tahun 2012 dan dilaksanakan sampai tingkat kecamatan, desa dan kelurahan. Pada daerah-daerah ini telah disediakan pos-pos dimana perempuan bisa melakukan pengaduan atas pelayanan publik dan memperolah haknya.

Sementara itu, dalam hal ketersediaan infrastruktur ramah perempuan, ditandai dengan disediakannya fasillitas yang memudahkan perempuan menjalankan aktivitasnya seperti ruang laktasi di area perkantoran SKPD di Surabaya. Himbauan juga disampaikan kepada pengelola pusat perbelanjaan agar menyediakan ruang laktasi. Dukungan dana pada awal program ini sebesar 4,7 miliar dan jumlah ini terus meningkat pada tahun-tahun sebelumnya.

Pengarusutamaan gender di Surabaya dijalankan bukan hanya didorong melalui perbaikan fasilitas pelayanan publik yang ramah perempuan namun juga dengan mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui program Perempuan Pahlawan Ekonomi (PPE). Program ini dilaksanakan dengan menggandeng pihak swasta sebagai mitra mengembangkan UMKM perempuan yang tersebar di Surabaya. PPE akan memilih sosok pahlawan ekonomi yang mampu membawa perubahan dalam keluarga, perusahaan dan lingkungannya. Proses pemilihan dilakukan melalui beberapa tahap dari proses rekrutmen, seleksi, pemilihan, pengembangan dan peluncuran dimana pemenang berhak atas kontrak kerja untuk menyediakan barang/jasa tertentu. Program ini menjadi program unggulan pemerintah sebab memungkinkan adanya kolaborasi antara UMKM perempuan dan pihak swasta yang ikut membantu mengembangkan usaha ekonomi mandiri kelompok perempuan.

Komitmen pemkot Surabaya dalam pengarusutamaan gender tergolong baik jika dibandingkan kota lain di Indonesia. Perhatian terhadap kesejahteraan perempuan sangat tinggi, tercermin dari program-program dan dukungan dana yang ditujukan untuk kesejahteraan perempuan. Pada satu sisi pemerintah mendukung dengan mempersiapkan infrastruktur yang ramah perempuan dan di sisi lain pemerintah menggarap sektor ekonomi untuk peningkatan pendapatan rumah tangga dan menumbuhkan rasa percaya diri perempuan. Program ini secara perlahan telah mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan gender di berbagai bidang sehingga Kota Surabaya dapat menjadi tempat yang aman bagi setiap warganya. Tantangan utama program ini adalah merubah mindset aparat pemberi layanan untuk tidak melakukan diskriminasi dan mendorong partisipasi aktif perempuan dalam program pemerintah sebagai bagian dari kunci sukses mendorong terciptanya Surabaya yang nyaman dan aman bagi semuanya.

Foto: Tau Banget

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1603
Permalink to this post: http://urb.im/ca1603sui