Safety Pin – Untuk Kota yang Lebih Aman

Widya Anggraini, Jakarta Community Manager
Jakarta, 13 May 2016

Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki tingkat kejahatan yang tinggi. Hal ini diakui oleh Polda Metro Jaya yang menyebutkan adanya kenaikan jumlah kasus kejahatan di Jakarta. Pada tahun 2015 kasus kejahatan mencapai 6.267 yang naik dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah kasus 5.985. Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa terdapat tujuh jenis peristiwa kriminal utama di Jakarta meliputi kasus narkotika, terorisme, pembunuhan, perkosaan, premanisme, kejahatan jalanan dan kejahatan terhadap kekayaan Negara. Kelompok rentan seperti perempuan memiliki kecenderungan menjadi korban dalam aksi kejahatan tersebut terutama kejahatan seksual. Melalui Jakarta Smart City, salah satu inovasi aplikasinya bernama Safety Pin yang bertujuan untuk menciptakan kota yang lebih aman terutama perempuan dan anak-anak.

Jakarta Smart City (JSC) diimplementasikan tahun 2014 dengan diluncurkan aplikasi pintar seperti Qlue, Waze dan CROP. Secara umum, konsep JSC berfokus pada tiga hal yaitu pemenuhan pelayanan publik yang efektif dan efisien; ketersediaan informasi publik yang akan mendorong keterbukaan informasi pemerintah dan transparansi; serta mendorong adanya partisipasi publik yang lebih bermakna. Konsep smart city didukung oleh penggunaan teknologi informasi dalam segala bidang. Saat ini JSC telah memiliki delapan aplikasi resmi termasuk Safety Pin. Aplikasi ini termasuk yang terakhir diluncurkan sebab Gubernur Jakarta menginginkan agar Safety Pin ini terintegrasi dengan jaringan internasional termasuk media sosial sehingga masyarakat umum mengetahui bahwa Jakarta sedang melakukan inovasi untuk menciptakan kota yang lebih aman dan ramah terutama bagi perempuan dan anak-anak. Safety Pin menjadi aplikasi pintar yang memudahkan masyarakat, baik korban maupun saksi mata, untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang ketika terjadi kejahatan atau merasa terancam dan tidak aman di ruang publik.

Untuk mendapatkan fitur ini, cukup dengan mengunduh dari layanan google play bagi pengguna Android dan mengaktifkannya. Alat ini akan memberikan kode berupa sinyal merah untuk melaporkan hal-hal yang darurat atau berbahaya. Sinyal berwarna kuning mengindikasikan kehati-hatian dan sinyal hijau menunjukkan bahwa daerah tersebut aman dan tidak ada gangguan. Data yang masuk melalui Safety Pin akan terintegrasi dalam website smartcity.jakarta.go.id yang akan direspon oleh pihak-pihak yang berwenang dalam penanganan keamanan. Selain kejahatan, masyarakat juga dapat melaporkan kualitas pelayanan publik seperti kantor pemerintah yang kotor, jalanan yang berlubang, petugas di kantor publik yang melecehkan dan sebagainya.

Safety Pin pada dasarnya berfungsi memberikan rasa aman bagi perempuan dari potensi kejahatan yang lazim mereka terima ketika berada di wilayah publik. Aplikasi ini sangan membantu sebab Jakarta belum memiliki CCTV yang tersebar merata dalam kota sehingga diharapkan Safety Pin dapat menjadi alat untuk mendapat respon cepat ketika terjadi kejahatan. Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah ketika seorang wanita mendapat pelecehan seksual ketika berada di halte busway. Dengan melaporkan melalui aplikasi ini pelaku cepat diringkus oleh polisi yang berada paling dekat dengan halte busway.

Safety Pin berusaha untuk menciptakan kota yang aman. Untuk itu pemkot Jakarta sangat mendorong terutama kelompok perempuan untuk menggunakan aplikasi ini dan melaporkan jika ada indikasi kejahatan. Tantangannya akan terletak pada seberapa cepat respon ketika ada sinyal berwarna merah ketika system ini telah terintegrasi dengan semua layanan publik di Jakarta termasuk dengan kepolisian. Close.

Photo: Riza Nugraha

Permalink to this discussion: http://urb.im/c1605
Permalink to this post: http://urb.im/ca1605jki