Cities

Select one or more of the cities above, then click Apply.

Agenda Kota: Menjaga Keaslian Kota sebagai bagian dari Pembangunan yang Berkelanjutan

Surabaya, 13 October 2016 — Sejarah sebuah kota dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi daerah. Seringkali peninggalan sejarah digusur dan digantikan oleh gedung-gedung baru sebagai bagian dari rencana tata kota menyambut globalisasi yang serba modern. Tidak banyak kota di Indonesia yang mampu menjaga keasliannya, namun demikian Surabaya merupakan pengecualian melalui peraturan yang secara ketat menjaga peninggalan sejarahnya.
Baca lebih lanjut.

Memberdayakan Warga Pinggir Kali untuk Ketahanan Bencana

Surabaya, 14 September 2016 — Masyarkat yang tinggal di pinggir sungai kerap memperoleh stigma negatif sebagai warga illegal, penyebab bajir dan kotornya sungai. Oleh karena itu kebijakan pemerintah kota adalah menggusur mereka dan memindahkan ke lokasi yang mengancam pecahnya ikatan sosial warga. Namun demikian, warga strenkali Surabaya merupakan contoh baik bagaimana warga pinggi kali berdaya secara ekonomi dan menjaga sungai mereka. Baca lebih lanjut.

Melibatkan sektor informal dalam promosi wisata kuliner

Surabaya, 18 July 2016 — Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu bentuk informal ekonomi yang sering kita lihat keberadaannya di kota-kota besar termasuk Surabaya. Mereka banyak menempati trotoar dan jalan-jalan utama kota sehingga menggangu lalu lintas. Surabaya memiliki cara unik menangani PKL yaitu dengan membuat sentra-sentra PKL dan promosi wisata kuliner sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Baca lebih lanjut.

Surabaya: Menuju Kota yang Berkeadilan dengan E-Government

Surabaya, 14 June 2016 — Surabaya saat ini sedang giat menerapkan E-Government untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan meningkatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Untuk itu bagi Surabaya E-government menjadi alat penting untuk mewujudkan Kota yang Berkeadilan. Berikut adalah wawancara dengan Ibu Retno Hastijanti dari Untag Surabaya mengenai bentuk kota yang adil dan tantangannya implementasinya. Baca lebih lanjut.

Peran Sektor Non-Pemerintah Membangun Surabaya Smart City

Surabaya, 4 May 2016 — Komitmen pemerintah menjadi salah satu kunci dalam implementasi Smart City. Pemkot Surabaya merupakan salah satu Pemkot di Indonesia dengan komitmen tegas mendukung penuh terwujudnya kota pintar berbasis teknologi. Namun demikian proses ini juga penting untuk melibatkan sektor non-pemerintah untuk akselerasi proses. Baca lebih lanjut.

Promosi Budaya Berjalan Kaki di Surabaya

Surabaya, 5 April 2016 — Berjalan kaki di Surabaya bukan hal yang mudah. Kondisi trotoar yang kurang baik, cuaca panas dan tranportasi publik buruk pelayanannya menyebabkan masyarakat lebih memilih naik motor atau mobil daripada berjalan kaki. Dalam rangkan menciptakan budaya jalan kaki inilah pemerintah mulai gencar memperbaiki trotoar dan muncul komunitas-komunitas pejalan kakiyang mengadakan acara jalan kaki bersama dengan tema tertentu. Baca lebih lanjut.

Pengarusutamaan gender Melalui Sektor Ekonomi dan Infrastruktur

Surabaya, 28 March 2016 — Kelompok perempuan di Surabaya masih rentan terhadap perilaku diskriminasi sosial dan ekonomi. Program Pengarusutamaan gender yang diusung walikota Surabaya mencoba menjadi jembatan mengatasi gap antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai sektor. Iniasiai Kota Peduli perempuan dan Perempuan Pahlawan Ekonomi diharapkan mampu mewujudkan kota inklusi yang aman bagi semua warganya. Baca lebih lanjut.

E-Sapa Warga Mendorong partisipasi dalam proses pembangunan

Surabaya, 17 February 2016 — Pemkot Surabaya secara aktif mendorong keterlibatan luas warganya dalam proses perencanaan pembangunan. Proses Musrenbang yang sebelumnya prosedural dan minim partisipasi, kini dapat diakses oleh semua warga Surabaya tanpa kecuali menggunakan E-SapaWarga dan E-Musrenbang. Situs ini memungkinkan terjadinya komunikasi antara masyarakat dan pemkot. Baca lebih lanjut.

The Urban Social Forum comes to Surabaya

The Urban Social Forum (USF) is unlike any other urban forum. This forum was created by Kota Kita to provide an alternative space that negates formal mechanisms as we commonly see with government-type participation meetings. The event is actually a facilitating forum that is inclusive, democratic, and open for everyone to discuss a debate about what city they wish to see and live in. The first USF was conducted in 2013 and since then it has become an annual event that attracts hundreds of participants, NGOs and government officials. This forum is becoming more and more popular, as there is increasing awareness among people and the community to collaborate in developing solutions for current complex urban problems. Read more.

Surabaya menuju kota hijau dan rendah karbon

Surabaya, 17 December 2015 — Perubahan iklim merupakan permasalahan bersama. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia bertekap menciptakan Kota Hijau yang berwawasan lingkungan bekerjasama dengan Kota Kitakyushu. Kerjasama ini diwujudkan dalan bentuk transfer teknologi di empat sektor sasaran dan melatih komunitas untuk merubah kebiasaan untuk hemat energy. Baca lebih lanjut.