Asia Pasifik Habitat III: Memunculkan Isu Agenda Perkotaan – Strategi dan Rekomendasi untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Pemerintahan Lokal

Pertemuan Regional (Regional Meeting) Asia Pasifik Habitat III di Jakarta yang akan berlangsung selama dua hari tanggal 21 dan 22 Oktober 2015 akan mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi wilayah Asia Pasifik terkait isu-isu urban. Beberapa forum diskusi (side events) dilangsungkan secara bersamaan dengan maksud memberikan platform untuk pemerintah di kawasan Asia Pasifik, kelompok akademis, masyarakat sipil, sektor bisnis, perwakilan internasional maupun nasional serta lembaga keuangan serta badan UN lainnya dengan tujuan untuk saling berdebat, menunjukkan kasus atau pandangan mereka terkait pembangunan perkotaan yang berkelanjutan sekaligus memperkenalkan praktik baik (best practices) dari program atau proyek mereka dan semua hal yang terkait perspektif regional mengenai Agenda Perkotaan Baru (New urban Agenda).

Salah satu forum diskusi yang menarik bertema Memunculkan Isu Agenda Perkotaan – Strategi dan Rekomendasi untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Pemerintahan Lokal (Engendering the new Urban Agenda: Strategies and Recommendation for Gender Equality and Women Empowerment in Local Governance). Forum ini di fasilitasi oleh UCLG-ASPAC and Huairou Commission. Moderator forum ini adalah Bernadia Irawati Tjandradewi, Sekretaris Jenderal UCLG-ASPAC.

Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal, walikota Banda Aceh merupakan salah satu pembicara dalam forum ini. Beliau menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan di Aceh dimana kesenjanga antara pria dan wanita sangat tinggi dalam berbagai aspek. Oleh karena itu dalam rangka mendorong partisipasi perempuan dalam perencanaan, dibentuklah sebuah forum musyawarah Musrena (Musyawarah Rencana Aksi Kaum Perempuan), sebuah forum konsultasi publik oleh perempuan untuk memperoleh masukan langsung dari perempuan untuk proses perencanaan kota. Institusionalisai forum ini diterjemahkan dalam Peda/Qonun sehingga forum-forum ini akan tetap ada meski berganti pemerintahan. Selain itu dibentuk juga Balee Inong sebagai sarana berkreasi perempuan di desa.

Pembicara selanjutnya adalah Omar Siddique, seorang ahli perkotaan dari Cities Alliance (CA). Omar banyak menjelaskan mengenai latar belakang CA yang pada dasarnya merupakan kerjasama global untuk pengentasan kemiskinan dan mendorong peran kota dalam pembangunan yang berkelanjutan. Rekomendasi yang ditawarkan oleh CA adalah agar perencanaan kota tetap terfokus pada pengarusutamaan gender dengan menggunakan metode-metode terbaru yang telah dikembangkan. Selanjutnya CA juga menekankan pentingnya untuk memiliki indikator akuntabilitas yang jelas sehingga agenda-agenda perkotaan dapat dipertanggungjawabkan.

Mariko Sato, Kepala Liason Officer UN Habitat Bangkok mempertanyakan apakah semua alat dan metode yang telah terbukti berhasil memberdayakan perempuan baik di tingkat internasional dan nasional dapat direplikasi di wilayah lain. Mariko menyatakan bahwa perempuanlah yang banyak bekerja oleh karena itu perempuan patut mendapat ruang lebih untuk mempengaruhi kebijakan dan menjadi pusat dari kebijakan tersebut. Perempuan harus mampu menciptakan kebutuhan dari bawah untuk mendorong para pengambil kebijakan.

Pada akhir diskusi, Fides Bagasao, Executive Board Member Huairou Commission menegaskan kembali apa yang telah disampaikan pembicara yaitu mengenai fakta bahwa perempuan mampu membuat perencanaan; perempuan mendapat hak-haknya di kota dan desa jika ada dukungan penuh pemerintah; adanya dukungan global melalui kemitraan dengan organisasi internasional dapat mempercepat pemenuhan hak perempuan. Fides kemudian menyimpulkan bahwa untuk memunculkan agenda perkotaan baru maka kita harus berinvestasi dalam mendorong partisipasi nyata perempuan . Bagaimanapun, menurut Fides, Urban Agenda adalah tentang partisipasi.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.