Habitat III – Asia Pacific Regional Meeting: Opening session

Pada hari ini dimulai Pertemuan Regional (Regional Meeting) Habitat III yang diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Indonesia bertempat di Fairmont Convention Center, Jakarta. Agenda ini merupakan agenda lanjutan setelah pada hari sebelumnya dilaksanakan Asia-pacific Urban Forum (APUF) keenam yang berlangsung pada tanggal 19-21 Oktober 2015. Regional meeting sendiri akan dilaksanakan selama dua hari sejak 21-22 Oktober 2015.

Pertemuan Regional pada dasarnya akan mengumpulkan rekomendasi yang mencerminkan konsensus yang dicapai pada tingkat daerah/regional untuk topic tertentu terhadap seluruh spektrum yang ada dalam Urban Agenda yang diusulkan. Regional meeting untuk wilayah asia pasifik ini diikuti oleh 27 negara. Acara ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli. Dalam sambutannya beliau menyatakan beberapa perkembangan dan tantangan dalam urbanisasi yang dihadapi oleh Indonesia. Tingginya tingkat urbanisasi membutuhkan kerjasama semua pihak untuk menyelesaikannya. Pembangunan kota-kota pinggiran juga perlu didorong agar urbanisasi menjadi berkah bagi daerah sekitar.

Unescap menyampaikan bahwa paling tidak ada lima pesan yang ingin disampaikan dalam forum asia pasifik untuk mendukung proses persiapan Urban Habitat III, yaitu: wilayah ini telah menjadi rumah bagi 60% populasi dunia, karena itu penting untuk menjaga transisi urban sebab implikasinya akan bersifat global; masa depan perkotaa yang berkelanjutan dan tangguh membutuhkan tindakan segera dan saat ini sebagaimana mandat tujuan ke-11 dalam SDGs; selain mega cities, wilayah asia pasifik masih terdiri dari negara-negara yang belum dan sedang berkembang dengan tantangan pembangunan unik yang membutuhkan solusi khusus; keberagaman sangat tinggi di wilayah ini yang membentuk ekonomi regional dan untuk itu kebijakan perkotaan harus bersifat inklusif; terakhir terkait dengan pengelolaan perubahan-perubahan tersebut dimana wilayah harus memperhatikan pengelolaan daerah dan membiayai transisi perkotaan.

Joan Clos, Secretary General of UN Conference on Housing and Sustainable urban Development, banyak menyampaikan tentang isu urbanisasi. Saat ini, menurutnya urbanisasi telah diterima sebagai pilar pembangunan dan bahwa asal kemiskinan bukanlah urbanisasi. Urbanisasi haruslah dilihat sebagai jawaban. Oleh karena itu penting untuk mengelola urbanisasi agar memberikan nilai tambah (urbanization generate value). Menurutnya Urbanisasi yang baik adalah urbanisasi yang mampu melayani kaum miskin. Untuk itu perlu adanya perubahan mentalitas dalam melihat dan mengelola urbanisasi.

Sambutan lainnya diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Taufik Widjoyono yang lebih banyak menjelaskan mengenai urbanisasi di kota-kota Indonesia yang saat ini banyak terjadi dan kecenderungan pedesaan yang menuju menjadi perkotaan karena pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang makin pesat. Beliau juga menekankan pentingnya kebijakan lokal yang menyediakan pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Menurutnya pertambahan penduduk menjadi pendorong utama pembangunan dan penggunaan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan penduduk dan perkembangan daerah.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.