Habitat III Regional Meeting– Country Statement

Pada hari kedua pelaksanaan Pertemuan Regional (Regional Meeting) Habitat III di Jakarta tanggal 21 dan 22 Oktober 2015 memiliki agenda pemberian pernyataan oleh tiap negara di kawasan Asia Pasifik, Pernyataan Kenegaraan (Country Statement) diberikan oleh tiap delegasi negara yang menghadiri Pertemuan Regional ini. Daftar negera yang memberikan pernyataan adalah : Afghanistan, Bhutan, Cambodia, India, Indonesia, Jepang, Bangladesh, Kiribati, Lao, Pakistan, Myanmar, Nepal, PNG, Solomon Island, Filipina, Timur Leste dan ditutup oleh Ecuador sebagai Negara penyelenggara UN Habitat III tahun depan.

Pernyataan Kenegaraan beris sikap Negara terhadap tantangan, kesempatan dan penyampaian rekomendasi terkait urbanisasi dan upaya mengatasi dan mengelola permasalahan perkotaan. Beberapa Negara di wilayah Asia Selatan seperti India, Afghanistan, Bangladesh dan Nepal memiliki permasalahan yang serupa. Afganistan misalnya menyampaikan tiga isu kunci untuk Urban Agenda yaitu (1) Pemerintahan (Governance) dan Institusi dimana selama ini fungsi municipality masih lemah dalam mengelola urbanisasi, (2) Peacebuilding mengenai isu humanitarian dan dukungan di daerah urban, (3) Infrastruktur perkotaan. Isu serupa dialami India. Namun demikian India menambahkan bahwa fokus mengenai urban agenda juga akan mengenai inisiasi dan pengembangan smart city, perumahan untuk semua dan perlindungan cagar budaya (heritage city). India sebagaimana negara lainnya menakankan pendekatan pembangunan perkotaan yang inklusif dan mendorong pemerintah local mengelola urbanisasi agar bermanfaat bagi kota dan bukan menjadi masalah.

Sementara itu Indonesia, Filipina dan Cambodia hampir serupa dalam menghadapi tantangan urbanisasi misalnya dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan kesiapan dalam menghadapi masyarakat ASEAN akhir tahun ini. Pertumbuhan populasi yang tinggi juga menjadi perhatian di hampir semua Negara ASEAN. Akibatnya permintaan untuk rumah dan tanah cukup tinggi. Saat ini tantangan desentralisasi dan dekonsentrasi seperti yang dialami Cambodia dan Indonesia menjadi faktor yang mempengaruhi kebijakan pengelolaan urbanisasi pemerintah baik pada tingkat nasional maupun lokal. Myanmar memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Cambodia dalam hal fenomena urbanisasi. Namun demikian Myanmar menyatakan belum memiliki system perencanaan kota yang efektif serta kementerian terkait masih bekerja sendiri-sendiri (in silo). Myanmar saat ini masih didominasi oleh pertanian, namun proses urbanisasi yang sangat cepat saat ini akan mendorong proses perubahan desa menjadi kota dalam waktu singkat. Karena itu prioritas Urban agenda adalah memfasilitasi perkembangan kota dan desa dengan seimbang dan tetap mempertahankan pola pertanian yang ada.

Sementara itu Jepang yang cukup maju jika dibandingkan Negara Asia pasifik lainnya menyatakan bahwa ada kesenjangan ekonomi antara desa dan kota, sehingga Agenda Perkotaan Baru adalah bagaimana menyambungkan antara desa dan kota sehingga desa juga makmur sebagaimana kota. Untuk Negara-negara Pacific diwakili oleh Kiribati dan Kepulauan Solomon. Untuk saat ini 40 persen populasi Kiribati tinggal di perkotaan dan 40 persen penduduk kota tinggal secara illegal. Negara lain di wilayah pasifik memiliki fenomena urbanisasi serupa dengan Kiribati. Tidak semua Negara di wilayah pasifik hadir dalam pertemuan regional ini sehingga pertemuan antara Negara tersebut telah dilaksanakan sebelumnya dan rekomendasi diwakilkan oleh Kiribati. Tantangan utama yang dihadapi mereka pada dasarnya mengenai kepadatan penduduk di perkotaan, akses terhadap tanah dan perumahan layak (adequate housing). Fokus terhadap pembangunan desa sebagai penunjang perkotaan juga akan menjadi perhatian dalam pengembangan kebijakan perkotaan. Yang akan terus didorong adalah fungsi desa sebagai urban connectivity. Selain itu kerjama dengan organisasi internasional akan dilakukan untuk isu perubahan iklim (climate change) dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Sesi penyampaian Pernyataan Kenegaraan ini ditutup oleh pernyataan kesiapan Ekuador sebagai tuan rumah Habita III tahun depan.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.