Habitat III Regional Meeting – Presentasi Lima Kelompok Utama

Pada hari ke-2 pelaksanaan Regional Meeting Habitat III, selain penyampaian Pernyataan Kenegaraan (Country Statement) oleh delegasi negara-negara di wilayah Asia Pasifik maka disampaikan pula pandangan dari Lima kelompok utama yang disampaikan oleh Kelompok Pemuda dan Anak; United Nations Environment Programme (UNEP); Organization for Economic Cooperation and Development (OECD); International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) dan Kelompok Perempuan yang diwakili oleh Huairou Commission.

Kelompok pertama yang menyampaikan pandangannya adalah Kelompok Pemuda dan Anak-anak. Dalam sambutannya Perwakilan UN Major Group for Children and Youth menyampaikan bahwa saat ini di wilayah Asia Pasifik peran anak dan pemuda dalam proses urbanisasi sangat penting. Sebelum regional meeting dilaksanakan, telah diselenggarakan Asia Pacific Urban Youth Assembly (APUFY) yang menghadirkan 300 anak dan pemuda dari Indonesia dan wilayah sekitar. Berdasar pertemuan tersebut, disepakati 4 masukan penting untuk penyusunan New Urban Agenda, yaitu : Hak untuk keselamatan dan ruang publik yang inklusif; Mekanisme perencanaan dan penganggaran yang partisipatoris; Mengkontekstualisasikan kerangka perkotaan yang berbasis HAM; dan Pembiayaan Urbanisasi yang berkelanjutan.

Pemaparan selanjutnya dilakukan oleh perwakilan UNEP. Disampaikan bahwa pada dasarnya kota membawa manfaat dan mendorong inovasi dalam pemberantasan kemiskinan. UNEP juga telah mengembangkan kebijakan dan petunjuk (guidelines) untuk berbagai isu lingkungan dalam mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan. Paparan selanjutnya adalah perwakilan OECD yang menyatakan bahwa kota memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi meski tantanga yang dihadapi juga besar misanya kota menyerap 67% penggunaan tenaga secara global. Oleh karena itu OECD menyampaikan dua hal kunci dalam penyusunan Urban New Agenda, yaitu adanya kesesuaian antara kebijakan di semua level pemerintah dari nasional hingga lokal, dan pentingnya monitoring dan evaluasi. Dalam hal ini OECD telah mengembangkan alat monev untuk mengukur pembangunan perkotaan dimana alat ini bisa disesuaikan dengan Negara non OECD.

Kelompok keempat yang memaparkan adalah ISOCARP, organisasi profesional yang menjadi wadah para perencana perkotaan. ISOCARP mengidentifikasi setidaknya ada 2 tantangan dalam pemerintahan yaitu terkait keterbatasan pemerintahan lokal dalam hal kapasitas, SDM, maupun kemampuan finansialnya. Kedua, kelemahan dan ketertinggalan dalam system perencanaan spasial. Menurut ISOCARP ada beberapa prioritas untuk dimasukkan dalam New Urban Agenda yaitu perlunya perubahan yang sistemik termasuk reformasi kebijakan dan proses legislasi; perbaikan koordinasi horizontal dan vertikal, komitmen untuk melakukan kemitraan, dan mendorong secara bersama-sama menyelesaikan permasalahan tanah, perubahan iklim, dan krisis kemanusiaan yang memiliki pengaruh penting dalam realitas kehidupan dan masa depan perkotaan. ISOCARP juga berkomitmen untuk dan memfasilitasi proses ini bersama dengan perencana profesional tidak hanya di asia pasifik tapi secara global.

Kelompok terakhir adalah kelompok yang mewakili perempuan dimana paparan disampaikan oleh Ms Fides Bagasao, Executive Board Member, Huairou Commission. Dalam paparannya, kelompok perempuan menyoroti dan memberikan masukan dalam penyusunan New urban Agenda, yaitu: mendorong adanya penyelidikan terhadap kasus-kasus perampasan tanah sebab perempuan yang paling banyak menjadi korban karena kasus perampasan tanah dan pengusiran; perubahan iklim; konflik dan kekerasan; food security yang memerlukan perencanaan yang baik di wilayah urban; ruang publik yang belum sensitive terhadap perempuan; penyediaan data yang lengkap mengenai perempuan; pengikutsertaan perempuan dalam proses perencanaan dan penganggaran serta melaksanakan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Masukan dari kelima kelompok Utama ini akan menjadi dasar pertimbangan dalam penyusunan rekomendasi hasil Regional Meeting Habitat III di Jakarta.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.