Kota Menengah

Konsep 'secondary city' mengacu pada kota-kota yang lebih kecil dibandingkan kota utama atau perluasan dari kota pertama. Jumlah kota menengah yang kian meningkat ini akan bertanggung jawab terhadap proses urbanisasi yang kian berkembang. Mengenai bagaimana kota-kota mempersiapkan diri menghadapi dan menggunakan kesempatan dalam proses urbanisasi di bahas dalam salah satu Panel Paralel New Cities Summit yang dihadiri oleh Walikota Makasar, direktur perusahaan konstruksi India dan pusat pengembangan kota di Cina serta moderator Parag Khanna dari Hybrid Reality.

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menyatakan bahwa Makassar memiliki letak sangat strategis untuk wilayah timur Indonesia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi. Namun demikian sebagai kota menengah, Makassar mengalami kelemahan dalam hal infrastruktur yang tidak mampu mengikuti pertumbuhan ekonomi dan penduduk. Menurutnya permasalahan terletak pada sedikitnya investasi yang masuk dan birokrasi.

Seperti halnya Indonesia, Cina sebagaimana di ungkapkan oleh Li Tie, Dirjen China Center for Urban Development bahwa jumlah kota menengah di Cina sudah mencapai hampir 700 kota dengan penduduk berkisar antara 500 ribu hingga 1 juta. Pemerintah Cina, menurut Lie sudah mengeluarkan beragam kebijakan untuk mencegah penduduk masuk ke kota besar dan mengedepankan pembangunan kota-kota menengah dan mewajibkan kota-kota ini memiliki infrastruktur yang bagus.

Sementara itu India menurut Ajit Gulabchand, direktur Hindustan Construction Company, memiliki tingkat migrasi tinggi dari desa ke kota. Sebenarnya pemerintah telah memberikan banyak perhatian dan subsidi terhadap desa untuk mencegah proses migrasi ini namun masyarakat desa cenderung menyukai kota dan pindah dari desa. Desa menurutnya bisa didorong menjadi pusat manufaktur dan jasa serta berkembang pesat dengan bertumpu pada pertanian.

Diskusi berlanjut dari pertanyaan moderator seputar konektivitas antar kota ini dan apa selanjutnya (what's next) yang harus dilakukan dan dibenahi dari kota menengah ini. Walikota Makassar berpendapat bahwa kota menengah harus mulai menerapkan konsep smart city dan seperti makasar, kini sudah mulai memakai ICT secara luas dan membangun berbagai infrastruktur darat, laut dan udara. Sementara itu what’s next untuk India, menurut Ajit adalah kota menengah perlu lebih banyak membangun perusahaan manufaktur dan menghubungkan kota-kota menengah dan kecil dengan transportasi udara sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi (connectivity). Sedangkan China, sebagaimana Lie katakan bahwa urbanisasi di cina mencapai lebih dari 50 persen dan kota mengalami pembangunan pesat yang menimbulkan banyak tekanan baru terhadap kota. Salah satu yang di dorong kini adalah pengembangan industry jasa dan membuat system trasportasi yang lebih baik antar daerah.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.