Kunjungan Lapangan — BSD City

Agenda utama di hari ketiga New Cities Summit adalah kunjungan lapangan dan salah satunya adalah BSD City (Bumi Serpong Damai). BSD merupakan salah satu program pembangunan kota paling ambisius di Indonesia yang dikembangkan oleh kelompok Sinarmas. BSD mencoba menerapkan wilayah hunian yang memiliki konsep bisnis dan kesenangan, sehingga kota ini pun menggabungkan perumahan, bisnis dan komersil properti. Total luas lahan yang digunakan adalah 6.000 hektar atau separo luas kota Paris. Saat ini baru 2.500 hektar yang sudah terbangun dan sisanya masih dalam tahap pembangunan.

Pusat bisnis dalam BSD city dirancang dengan arsitektur berkonsep hijau dan menyediakan ruang bisnis modern yang menghubungkan antara perusahaan lokal dan multinasional yang mencari situasi kerja yang lebih natural. BSD sebagai sebuah kota dilengkapi beragam fasilitas yang menunjang gaya hidup penghuninya seperti pusat pertokoan, kuliner, teater, fasilitas olahraga, lapangan golf, mall, and beragam atraksi air. Seperti layaknya kota lain, BSD perlu untuk melindungi kelestarian lingkungan dan kenyamanan warganya dengan menyediakan taman sebagai area bermain serta membangun saluran air dan system pengatur banjir untuk mencegah kota dari kebanjiran.

Sebagai sebuah kota baru, tentu BSD tidak mengabaikan ketersediaan fasilitas pendidikan. Menurut pengelola BSD, kota ini dilengkapi oleh total 63 sekolah dan universitas baik nasional maupun internasional seperti Al-Azhar BSD, Santa Ursula, Jakarta Nanyang School, Swiss German University dan Prasetiya Mulya Business School. Dormitory juga disediakan dalam area pendidikan ini.

Kelompok peserta New Cities Summit yang mengunjungi lokasi BSD city menyatakan kekagumannya terhadap pembangunan kota ini. Beberapa dari mereka menyatakan bahwa pembangunan serupa pernah juga dilakukan baik di Amerika, Eropa dan bahkan Singapura. Namun demikian menurut Wong Chock Fang dari Center for Livable Cities menyatakan kekhawatirannya dengan tingkat keamanan dan mempertanyakan apakah kota ini akan memiliki tim keamanan sendiri ataukah bekerjasama dengan polisi. Selain itu ia juga mempertanyakan mengenai fasilitas kesehatan yang dijawab oleh pihak BSD bahwa mereka akan memiliki rumah sakit bertaraf internasional dengan peralatan lengkap dan jumlah dokter yang memadai. Sementara peserta lain dari San Diego, Serge Mvongo, menyatakan kekhawatirannya akan keberadaan komunitas baru yang akan menempati BSD sebab kota yang benar-benar baru dibangun tidak memiliki akar pemersatu yang kuat dan jalinan sosial seperti apa yang akan menyatukan mereka nantinya. Beragam diskusi lain dengan peserta kunjungan lapangan ini adalah seputar bagaimana Sinarmas sebagai pengembang dan pengelola akan menarik minat masyarakat untuk tinggal di kota baru tersebut yang cenderung mahal, serta bagaimana fungsi kota baru ini nanti sebagai kota satelit yang akan membantu Jakarta dalam mengurangi kemacetan dan kekacauan pembangunan di dalam kota Jakarta.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.