Internet dan Perkotaan

Sesi panel parallel Internet dan Perkotaan (Internet of Urban Things) mempertayakann apa yang akan terjadi pada kota ketika semua teknologi terhubung dengan internet dan bagaimana perubahan gaya hidup akibat internet serta disaat yang sama bagaimana pemangku kebijakan dan perencana kota beradaptasi oleh revolusi teknologi ini. Panel yang hadir adalah perwakilan Cisco, walikota Bogor dan Telkomsel Indonesia. Sesi ini dimoderatori oleh Gareth Mitchell dari BBC Click radio.

Anil Menon, presiden Smart+Connected Communities dan deputi chief Globalization officer Cisco mennyatakan dengan tegas apa gunanya teknologi jika kita tidak tahu cara memanfaatkan teknologi tersebut. Anil Menon memberikan tiga point penting dalam presentasinya yaitu dengan internet ini bagaimana cara memperluas jasa (globalizing service), memperluas teknik jasa (globalizing engineering service) dan memperluas jasa perkotaan (globalizing urban service). Untuk itu ada 5 hal yang dibutuhkan untuk berhasil yaitu pemimpin dengan visi, konektivitas, regulasi pintar (smart regulation) untuk mendorong inovasi digital, PPP (Public Private Partnership), dan inovasi lokal.

Ivan Cahya Permana, Wakil presiden Technology and System Telkomsel menyatakan bahwa kebutuhan internet sangat tinggi di Indonesia dan telkomsel sebagai penyedia jasa komunikasi menyatakan bahwa pihaknya saat ini sudah mempersiapkan infrastrukur layanan 4G LTE secara komersil. Telkomsel sendiri sudah bekerjasama dengan pemerintah dan ITB untuk membawa internet lebih dekat ke masyarakat. Tantangan terbesar, menurut Ivan adalah bandwith.

Bima Arya Sugiarto adalah walikota Bogor hadir sebagai panel menyatakan bahwa ia sepakat dengan pernyataan Anil mengenai kepemimpinan yang baik sebagai penentu keberhasilan apakan kita akan mendapat manfaat dari perkembangan internet. Bogor sendiri, menurut Bima Arya, sudah menerapkan teknologi dalam pelayanan publik dan menerapkan teknologi pintar untuk memonitor lalu lintas kota. Menurutnya internet tidak seharusnya hanya digunakan untuk browsing namun juga dikembangkan lebih jauh misalnya memonitor puskesmas dan penunjang pelayanan publik lainnya.

Diskusi menarik dalam panel ini terkait dengan bagaimana kota memanfaatkan data yang terkumpul dan penggunaan teknologi pintar dengan internet dalam pengembangan kota. Menurut Anil tiga hal yang muncul ketika berbicara tentang internet yaitu hacking, security dan privacy. Dapatkah kota mengantisipasi dan mempersiapkan agar data-data yang terkumpul aman dan tiap orang terjaga privasinya. Bima Arya juga berkata bahwa kota Bogor telah menggunakan teknologi untuk meningkatkan transparansi pemerintah, menciptakan system complain online dan selanjutnya akan dikembangkan aplikasi lain untuk memajukan pariwisata Bogor. Gareth menstimulasi panel oleh pertanyaan bahwa kini kota cenderung bekerja sendiri dan Anil menyatakan kesepakatannya bahwa penting dibangun sebuah platform yang terintegrasi baik dalam pemerintahan maupun antar kota. Terdapat kesepakatan bersama dalam panel bahwa kota harus mendorong inovasi lokal melalui startup yang diakomodir oleh kota serta memperbaiki birokrasi yang memperlambat inovasi.

Add new comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
By submitting this form, you accept the Mollom privacy policy.